CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Selasa, 01 Januari 2013

hai my pung gue mau cerita hari ini 01012013 waw bagi semua umat manusia di dunia ini tapi buatku hari ini biasa saja .dimna jutaan manusia bersuka cita merayakan tahun baru tapi buatku hari ini hari yang paling menyebalkan buat gue..dimana punya pacar tapi enggak selalu ada saat kita butuhkan? hai kemana kau?hari ini? kemarin? kemarin? aku udah berusaha sabar tiap hari tapi apa balasanmu? apa kamu sudah bosan?aku selalu bertanya itu setiap saat wahai kau kekasihku?apa kau tak pernah sadar hal itu?begitu sakit saat-saat kau lupakan aku saat kau abaikan aku saat kau tak sesekalipun memberi kabar? apa itu yang disebut pacar?haruskah aku menangis?dan marah agar kau tahu ini?ada ribuan alasan kau katakan untuk itu semua? aku bosen jika keadaan ini akan terus berlanjut. hari ini aku isi dengan bermalam di rumah sahabatku tapi biasa saja tak seramai tahun kemaren, dan my pung aku punya teman dia lebih mentingin pacarnya dari pada sahabatnya?padahal kita udah nunggu lama banget ..ternyata lelaki mengalahkan segalanya ya? padahal dimna dia cerita saat sedih diputusin pacarnya?sahabat kan? Tuhan hari ini aku hanya meminta esok lebih baik dari hari ini

Sabtu, 29 Desember 2012

301212 07.19

malam sudah tergantikan oleh mentari pagi, suara dinginnya malam telah tergantikan dengan nyanyian burung yang menghangatkan hari pagiku ini. tapi tetap saja aku masih duduk didepan laptop seperti malam tadi?masih menunggu seseorang memberi kabar. aku masih menunggu hp ini berdering, masih menunggu YM ini berkedip masih menunggu chat ini muncul angka satu masih menunngu twet ini menyapaku tapi sampai detik ini tak ada kabar itu juga. aku mulai bosen dengan semua ini . dengan kata-kata yang sama dengan keadaan yang sama .Tuhan aku minta selesaikan semua ini dengan kebahagiaan. mungkin aku tak bisa memahami semua ini, mungkin aku hanya bisa mngeluh dengan semua keadaan yang terjadi saat ini.tapi apakah harus sama seperti ini. apakah aku harus selalu merasakan seperti ini setiap saat?apa aku harus menghapus rasa sakit ini saat setiap dia meminta maaf?haruskah seperti itu? aku punya perasaan ! 2013 udah tinggal menhitung jam kenapa tetap saja tidak berubah?apa akan selamanya seperti itu?aku bosen
hai pungpung hari ini tanggal 291212 lho dua hari lagi tahun baru :O ye ye ye aku berharap ada hadiah spesial buatku u.u tapi kayaknya enggak ada deh huuuuuuu nyebeli.

CERITA SEORANG ANAK BURUH

Mentari masih menyembunyikan pancar sinarnya, masih enggan untuk menyapa dinginnya pagi. Hembusan angin malam terasa menusuk kulit renta ayah. Dialah sukiman, ayahku. Meski usia telah menggerogoti hidupnya. Setiap pagi pukul 04.00 ia telah memulai aktivitasnya. Segeralah untuk mengambil kucuran air wudhu untuk menunaikan ibadah. Dingin air yang membasahi kerutan wajahnya perlahan untuk membuka jendela hidupnya. Bergegas untuk beribadah dan menyiapkan sepeda yang telah kecoklatan berkilapan memancarkan sinar keusaman sepeda tua itu. Setiap pagi meski ayam belum bernyanyi, meski orang lain sibuk untuk membenahi selembar selimutnya. Ayah telah memulainya dengan menyusuri heningnya pagi di sawah untuk mengurus sawah. Mencangkul, berkutat dengan lumpur itulah pekerjaan ayah setiap pagi. Akulah cinta permata, nama pemberian orang tua yang banyak harapan di pundak kecilku ini. “cinta permata” harapan orang tua yang menginginkan seorang anaknya tumbuh memiliki cinta dan keteguhan seperti permata yang akan tetap memancarkan sinarnya dalam keadaan apapun. Harapan untuk lebih baik dari kedua orang tuanya. Harapan yang sangat berat bagiku sebagai seorang anak buruh yang kehidupanku tak seindah anak lainnya. Jam dinding menunjukkan pukul 06.00 bersiaplah aku untuk mengisi perutku dengan makanan sekedarnya yang telah dibuat oleh ibuku. Sepiring nasi putih dengan satu goreng telur mata sapi yang telah aku terlalu mewah untuk memulai pagi ini. Ibu… ya ibu ku bernama jumini dialah ibu yang paling hebat yang pernah aku miliki. Dialah sinar harapanku untuk melangkah ke hidup ini yang semakin sulit untuk aku jajaki. Ibuku seorang buruh yang bekerja sebagai penjual kacang. Setiap pagi pukul 06.00 saat anak lain bersiap untuk pergi sekolah dan menyapa indahnya seyuman ibu aku tak pernah dapatkan itu setiap pagi. dia telah siap dengan sepeda tua ontanya untuk menyusuri jalan yang membawanya kepasar. Membeli dagangannya untuk dijual kembali. Kadang ibu tidak sempat untuk makan sesuap nasi karena keterbatasan waktunya untuk mengejar waktunya agar mendapatkan dagangannya. Setelah mendapatkan kacang dia bersiap untuk pulang dengan membawa sekitar 1 kwintal kacang yang telah terikat di sepeda tuanya itu. Krek krek krek suara pekikan ditelinga yang berasal dari suara sepeda yang telah kusam itu membuat hatiku merasa tercaabik jika mendengarnya. Tetesan keringat yang mengucur dalam dirinya tak membuatnya gentar untuk membawa sedikit harapan untuk kehidupannya. Hanya sepeser uang yang dapat ia bawa pulang untuk membantu ayahku menghidupi kehidupan ini yang semakin sulit untuk diarungi. Jam tepat pukul 08.00 greng, greng greng suara besar, asap mengepul yang berasal dari motor tua ayah telah terdengar. Yang menandakan bahwa dirinya telah siap untuk memeras keringatnya. Mempertaaruhkan sebagian hidupnya untuk bekerja dan bekerja. Hanya untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga kecil ini. Ayah yang seorang pekerja bagunan yang tak seberapa pendapatannya yang tak sebanding dengan pekerjaan yang tak ringan. batu bata, pasir, semen, debu, asap itulah makanan sehari-harinya. Tidak terbayangkan jika aku menghadapi itu semua. Pekerjaan itu jauh jika dibandingkan oleh bapak-bapak yang terhormat yang duduk di gedung mewah yang katanya wakil dari rakyat yang gajinya jauh jika dibandingkan oleh ayahku. Apakah mereka pernah berfikir tentang kami?? Aku selalu bertanya tentang itu. Itu sangat terasa saat aku meminta uang kepada orang tuaku untuk membayar uang sekolah, untuk membeli buku. Untuk membeli makanan pun ayah-ibu harus memeras keringat. Apakah mereka pernah berfikir tentang kami anak-anak buruh? Pernahkah mereka perfikir tentang nasib kami? Disisi lain mereka menghamburkan uang untuk pergi ke luar negri yang katanya study? Apakah mereka berfikir tentang kami yang hidup diantara ambang-ambang arus. Apakah mereka pernah berfikir jika ada banyak buruh yang memeras keringat, mempertaruhkan hidupnya hanya untuk mempertahankan hidup ini? Apakah mereka pernah memikirkan nasib TKI?PRT?TUKANG SAPU?GALI KUBUR?PENJAGA KANTIN? Apakah mereka pernah memikirkan itu? Aku selalu bertanya dan bertanya. Aku kadang marah dengan hidupku ini, kenapa aku dilahirkan dikeluarga ini?kenapa? aku kadang iri dengan orang lain. Tapi saat melihat ayah dan ibuku yang selalu tersenyum, selalu memancarkan mata hatinya yang selalu menunjukkan semangat hidupnya yang selalu memiliki sejuta kekuatan didalam hidupnya.yang tak pernah menyerah dalam kerasnya hidup ini. Aku sadar itu bahwa hidup bukanlah segalanya. Bahwa hidup bukan hal yang paling indah untuk dinikmati . bahwa hidup bukan untuk mencari atau dicari. Tetapi hari ini adalah cerminan hari esok yang akan menuntunku ke masa depan yang lebih baik. Sejuta permata Sejuta keindahan Sejuta kasih sayang Sejuta cinta Sejuta harapan Tidak berarti apa-apa jika dibandingkan pengorbananmu ayah-ibu  (didedikasikan untuk buruh-buruh di Indonesia)